Deteksi Dini Tanda dan Gejala Keracunan Makanan Pada Anak

Deteksi Dini Tanda dan Gejala Keracunan Makanan Pada Anak - Keracunan makanan tentu saja merupakan kondisi yag membahayakan pada anak Anda. Setelah mengkomsumsi makanan yang telah terkontaminasi kuman, seseorang dapat mengalami gejala mendadak dan berat seperti muntah dan diare. Biasanya tidak diperlukan perawatan medis, tetapi tidak kalah pentingnya adalah bagaimana melakukan perawatan yang naik dirumah.

Keracunan makanan terjadi ketika bakteri masuk ke makanan dan minuman. Anda tidak bisa mencicipi, mencium, atau melihat kuman, tetapi organisme kecil ini dapat memberikan efek yang kuat pada tubuh apabila terkontaminasi bakteri ini.


Jika anak Anda mengalami kondisi diatas, pastikan ia minum banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Istirahat juga penting. Keracunan makanan biasanya akan sembuh dnegan sendirinya sehingga anak Anda akan merasa lebih baik dalam beberapa hari.

Sekilas Tentang Keracunan Makanan

Keracunan makanan terjadi ketika bakteri masuk ke makanan dan minuman. Anda tidak bisa mencicipi, mencium, atau melihat kuman, tetapi organisme kecil ini dapat memberikan efek yang kuat pada tubuh apabila terkontaminasi bakteri ini.

Setelah kuman penyebab keracunan masuk ke dalam tubuh anak Anda, beberapa saat kemudian kuman tersebut akan melepaskan toksin (racun). Nah, racun inilah yang kemudian bisa menyebabkan diare dan muntah pada anak.

Keracunan makanan adalah kata yang tepat untuk menggambarkan bila suatu penyakit datang tiba-tiba ketika seseorang telah mengkomsumsi makanan yang terkontaminasi. Seseorang biasanya akan terkena diare atau muntah dalam beberapa jam setelah terinfeksi. Keracunan makanan biasanya akan hilang dengan cepat dan sembuh dalam beberapa hari kemudian tanpa komplikasi lebih lanjut.

Dalam beberapa kasus, keracunan makanan dapat terjadi cukup parah sehingga memerlukan perawatan dokter atau rumah sakit. Ketika seseorang membutuhkan perawatan medis karena keracunan makanan, seringkali karena dehidrasi yang merupakan komplikasi serius paling umum dari keracunan makanan.
Penyebab

Makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi kuman dapat menyebabkan keracunan makanan. Kerapkali, mendapatkan keracunan makanan dari makanan hewani seperti daging, telur, produk susu, unggas, dan makanan laut. Akan tetapi, buah yang tidak dicuci, sayuran, dan makanan mentah lainnya juga bisa terkontaminasi dan membuat seseorang sakit. Bahkan, air dapat menyebabkan keracunan makanan.

Seseorang dengan kondisi kesehatan (seperti penyakit ginjal kronis) atau sistem kekebalan tubuh yang lemah akan lebih beresiko terkena keracunan makanan daripada mereka yang sehat.

Sejumlah mikroorganisme dapat menyebabkan keracunan makanan. Penyebabnya meliputi :

Ketahui Jenis Kuman Yang Dapat Meracuni Makanan

Sejumlah mikroorganisme dapat menyebabkan keracunan makanan. Penyebabnya meliputi :
  • Salmonella – bakteri salmonella adalah penyebab utama keracunan makanan di Amerika Serikat. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam makanan ketika mereka mengalami kontak dengan kotoran hewan. Penyebab utama keracunan  salmonella adalah karena produk susu, daging yang kurang matang, dan produk segar yang belum dicuci bersih.
  • E.coli (Escheria coli) – bakteri E.coli biasanya masuk dalam makanan atau air ketika kontak dengan kotoran hewan. Makan daging sapi setengah matang, adalah penyebab utama dari keracunan E.coli di Amerika Serikat.
  • Listeria – bakteri ini banyak ditemukan dalam produk susu yang tidak di pasteurisasi, makanan laut asap, dan daging olahan seperti hot dog. Bakteri listeria juga dapat mengontaminasi buah dan sayuran.
  • Campylobacter – bakteri ini paling sering menginfeksi daging unggas, dan susu yang tidak di pasteurisasi. Campylobacter juga dapat mencemari air. Bakteri ini masuk ke makanan melalui kontak dengan kotoran hewan yang terinfeksi.
  • Staphylococcus aureus – bakteri ini menyabar melaluikotak tangan, bersin, atau batuk. Itu berarti infeksi dapat ditularkan oleh orang yang menyiapkan atau menangani makanan.
  • Shigella – bakteri shigella dapat menginfeksi makanan laut atau buah-buahan dan sayuran mentah. Sebagian besar bakteri ini menyebar ketika orang-orang yang menyiapkan atau menangani makanan dan tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan kamar mandi.
  • Noroviruses – virus ini biasanya mengontaminasi makanan yang telah disiapkan oleh seseorang yang telah terinfeksi.

Tanda Keracunan Makanan

Bagaimana keracuna makanan muncul tergatung pada jenis kuman yang menyebabkannya.terkadang seseorang anak akan mulai merasa sakit dalam waktu satu atau dua jam setelah makan atau minum makanan yang terkontaminasi. Akan tetapi, gejala-gejala tidak muncul untuk beberapa minggu. Dalam kebanyakan kasus, gejala akan tampak dalam 1 sampai sepuluh hari

Biasanya seseorang yang mengalami keracunan makanan akan memiliki gejala-gejala khas seperti dijelaskan berikut ini.
  • Mual.
  • Sakit perut dan kram
  • Muntah
  • Diare
  • Demam
  • Sakit kepala dan lemah seluruh badan.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, keracunan makanan dapat membuat seseorang merasa pusing, pandangan kabur, atau menderita kesemutan di lengan.dalam kasus yang sangat langka, kelemahan yang terkadang sejalan dengan keracunan makanan akan menyebabkan kesulitan bernapas.

Beberapa jenis mikroorganisme menular, termasuk listeria coli, dapat berpotensi membahayakan jatung, ginjal, dan peredaran darah.

Kapan Harus Menghubungi Dokter ?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa, sebagian besar keracunan makanan tidak memerlukan perhatian medis. Akan tetapi ada beberapa hal atau kasus yang serius yang memerlukan perhatian khusus. Misalnya dehidrasi  sebagai akibat diare dan muntah yang banyak.
Nah, segera hubungi dokter Anda,  jika menemukan beberapa gejala-gejala berikut ini.
  • Muntah yang berlangsung lebih dari 12 jam
  • Diare dengan demam yang lebih tinggi dari 101 derajat farenheit ( 38,3 derajat selsius).
  • Sakit perut parah yang tidak hilang setelah buang air besar.
  • Feses berdarah (diare atau kotoran biasa) atau muntah berdarah.
  • Buang air besar yang hitam atau merah marun dalam warna.
Sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda dehidrasi seperti :
  • Merasa sangat haus
  • Kencing sangat sedikit
  • Pusing
  • Mata cekung
  • Merasa lemah
Demikian beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar keracunan makanan pada anak, agar mampu mendeteksi dengan cepat gejala-gejala keacunan makanan pada Si kecil,. Lalu bagaimana mencegah dan merawat anak yang menderita keracunan di rumah ? Baca artikel selanjuntnya tentang  “ Tips Sederhana Merawat Anak Yang Menderita Keracunan Makanan dan  Langkah pencegahannya “.
Sumber Gambar : medicastore.com

No comments:

Post a Comment