Alzheimer- Mengenal Tanda, Gejala dan Cara Pengobatan

Alzheimer- Mengenal Tanda, Gejala dan Cara Pengobatan - Alzheimer (PA) kadang disebut sebagai demensia degeneratif primer atau demensia senile tipe alzheimer (DSTA). Penyakit ini bertanggung jawab terhadap 50% dari semua demensia yang diderita oleh lansia. Kondisi ini merupakan penyakit progresif, ireversibel, degeneratif neurologis yang awalnya secara tersembunyi. Penyakit ini ditandai oleh kehilangan secara bertahap fungsi kognitif dan gangguan perilaku sera gangguan efek. PA diklasifikasikan sebagai “familial” atau “sporadik” (tidak diketahui adanya riwayat keluarga). Kromosom 21 diimplikasikan pada awitan dini penyakit Alzheimer familial (PAF), yang dimulai pada usia 50 tahunan.

Alzheimer (PA) kadang disebut sebagai demensia degeneratif primer atau demensia senile tipe alzheimer (DSTA). Penyakit ini bertanggung jawab terhadap 50% dari semua demensia yang diderita oleh lansia

 

Kenali Tanda dan Gejala Alzheimer

Gejalanya sangat variatif seperti dijelaskan berikut ini.
  • Pada awal penyakit, kelupaan (lupa), dan terjadi kehilangan ingatan atau memori yang rinci.
  • Keterampilan-keterampilan sosial dan pola-pola perilaku tetap utuh (pada awalnya).
  • Kelupaan termanifestasi banyak dalam tindakan-tindakan keseharian sejalan dengan perkembangan penyakit, misalnya kehilangan arah dalam lingkungan yang sudah amat dikenal atau mengulang cerita yang sama.
  • Kemampuan untuk merumuskan konsep-konsep dan berpikir secara abstrak menghilang.
  • Dapat menunjukkan perilaku impulsif yang tidak sesuai.
  • Perubahan kebribadian negatif, seperti menjadi depresi, mudah curiga, paranoid, bermusuhan, dan bahkan mengamuk.
  • Keterampilan berbicara menyimpang pada suku-suku kata yang tidak berarti, agitasi dan peningkatan aktivitas fisik.
  • Selera makan yang berlebihan dapat timbul karena tingginya tingkat aktivitas.
  • Akhirnya akan membutuhkan bantuan untuk semua aspek kehidupan sehari-hari.
  • Tahap terminal dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
  • Langkah-langkah Perawatan Penderita Alzheimer

Dukungan Fungsi Koginitif

  • Berikan lingkungan tenang yang dapat diperkirakan
  • Minimalkan kekacauan mental dan disorientasi, berikan penderita rasa aman dengan cara menyenangkan, tenang, penjelasan sederhana dan jelas, dan penggunaan alat bantu dan isyarat memori.

Meningkatkan Keamanan Fisik

  • Berikan lingkungan yang aman sehingga penderita dapat bergerak dengan leluasa dan hilangkan kekuatiran terhadap keamanan penderita.
  • Cegah jatuh dan kecelakaan lain dengan menyingkirkan bahaya-bahaya yang terlihat jelas.
  • Pantau masukan obat dan makanan penderita alzheimer.
  • Biarkan mero*kok hanya bila dengan pengawasan.
  • Kurangi perilaku mengambang dengan persuasi halus dan distraksi.
  • Hindari restrein karena dapat meningkatkan agitasi.
  • Amankan pintu yang berasal dari rumah.
  • Berikan pengawasan pada semua aktivitas yang dilakukan di luar rumah untuk melindungi penderita.
  • Pastikan penderita mengenakan gelang identifikasi atau rantai kalung beridentifikasi.

Mengurangi Ansietas dan Agitasi

  • Berikan dukunga emosional yang konstan untuk menguatkan citra diri yang positif.
  • Dorong penderita untuk menikmati aktivitas yang sederhana.
  • Pertahankan agar lingkungan tetap sederhana, mudah dikenali, dan bebas bising.
  • Tetaplah tenag dan tidak terburu-buru selama mengamuk, keadaan agitasi yang dikenal sebagai reaksi katastrofik (reaksi berlebihan terhadap stimuli yang berlebihan).

Meningkatkan Komunikasi

  • Tingkatkan interpretasi penderita tentang pesan dengan tetap tidak terburu-buru dan mengurangi kebisingan dan distraksi.
  • Gunakan kalimat yang mudah dimengerti untuk menyatakan pesan.

Meningkatkan Kemandirian Aktivitas Perawtan Diri

  • Sederhanakan aktivitas sehari-hari menjadi langkah-langkah singkat yang dapat dicapai sehingga penderita dapat mengalami rasa penyelesaian tugas.
  • Pertahankan dignitas dan autonomi personal.
  • Beri dorongan untuk membuat pilihan jika memungkinkan dan untuk ikut serta dalam aktivitas perawatan diri sebanyak mungkin.

Menyiapkan Kebutuhan Sosialisasi dan Intimasi

  • Beri dorongan kunjungan, melalui surat, dan hubungan melalui telepon (kunjungan harus singkat dan tidak menimbulkan stres).
  • Nasihatkan bahwa keakraban yang tidak memberikan penilaian dari hewan peliharaan dapat memberikan aktivitas yang memuaskan dan dapat menjadi jalan penggunaan energi.
  • Berikan dorongan pada psangan (suami/istri) untuk membicarakan tentang semua masalah-masalah yang berkenaan dengan sek*sual dan sarankan melakukan konseling jika memungkinkan.

Meningkatkan Nutrisi Yang Adekuat

  • Pertahankan agar waktu makan tetap sederhana dan tenang tanpa konfrontasi.
  • Potong-potong makanan menjadi bagian-bagian yang kecil-kecil untuk mencegah tersedak.
  • Cegah luka bakar dengan menyajikan makanan dalam keadaan hangat dan minuman hangat.
  • Meningkatkan Keseimbangan Aktivitas dan Istirahat

 

Akses kejalur keluar melalui pintu harus ditutup

  • Bantu untuk relaks sehingga dapat tidur dengan bantuan musik, susu hangat, atau pijat punggung.
  • Berikan kesempatan yang cukup untuk ikut serta dalam aktivitas latihan untuk meningkatkan waktu tidur malam hari.
  • Jangan biarkan tidur siang hari dalam waktu yang panjang.

 

Mendukung dan Menyuluh Keluarga Pemberi Asuhan

  • Bersikap sensitif terhadap isu-isu yang sangat emosional yang dihadapi oleh keluarga.
  • Rujuk ke Asoasi Alzheimer (bila ada) untuk kelompok pendukung keluarga, perawatan, rawat titip orang dewa*sa.